[09.03.2019]
Aku dapat ini dari facebooknya Teaching English: Creative & Innovative. Tapi sayangnya, susah cari link yang tepat menuju ke sini. Ini aslinya postingan mereka di bulan Agustus 2015.
[09.03.2019]
Aku dapat ini dari facebooknya Teaching English: Creative & Innovative. Tapi sayangnya, susah cari link yang tepat menuju ke sini. Ini aslinya postingan mereka di bulan Agustus 2015.
[09.03.2019]
I got it from here. Sayangnya di sana urutannya nggak karu-karuan dan banyak gambar kedobel. Bahkan ada yang nggak nyenggol konteks sama sekali… Di sini aku coba urutkan.
Tapi sebelumnya, kayaknya akan lebih asik bila kita nonton dulu videonya Mr. D ini.
[09.03.2019]
75 preposisi yang sangat penting ini aku dapatkan dari http://englishstudyhere.com/prepositions/75-very-important-prepositions/

[08.03.2019]
Nemu di facebook-nya Mehrbod Mo.
Penjelasan tentang ekonomi dunia dengan menggunakan 2 ekor sapi. π
Perlu disimpen di sini, kalau nggak bakal lupa beneran dimana pernah liat ini.
[01.03.2019]
~ Ini kisah lanjutan dari pemanfaatan KAI Access yang kutulis di sini. ~
Kemarin aku berencana ke Solo. Pagi-pagi kubuka KAI Access. Yakin bakal dapat kereta. Nggak usah paling pagi deh… yang penting dapat kereta, jam berapapun itu. Kalau kayak gitu jelas pasti dapat kan… π
Ketik ketik ketik… Sampailah bagian pembayaran. Lho… kok E-cash-nya nggak ada?
[14.02.2019]
Kenapa why selalu always?
Karena because tidak pernah never.
Hahaha… Lucu ya… Aku sering dengar 2 kalimat ini saat bergurau dengan teman. Pas banget! Sekilas seperti kalimat sempurna, padahal terjemahan dari kata sebelumnya saja. Tidak jelas siapa yang menciptakan kalimat-kalimat ini.
Suatu hari, tanpa sengaja aku menemukan YouTube asyik lucu buat belajar bahasa Inggris. YouTube-nya Mr. Dennis. Namanya “guruku Mr D”. Di salah satu komennya ada versi lengkap dari dua kalimat lucu di atas.
Lanjutkan membaca “Mengapa Why Selalu Always? [Versi Lengkap]”
[07.02.2019]
Sudah beberapa tahun ini aku menjadi prameker. Prameks (Prambanan Ekspress) adalah kereta lokal yang menghubungkan Jogjakarta dengan Surakarta (Solo). Tentu banyak suka-duka yang kualami selama ini. Sukanya nggak usah kuceritain ya… πDuka yang sering kualami: kehabisan tiket! Kalau tidak ya tetap dapat tiket, tapi untuk perjalanan berjam-jam kemudian. Yang seharusnya kami bisa sampai rumah jam 5 sore, jadinya baru sampai jam 8 malam. Saat itu kita hanya bisa pesan tiket Go Show, yaitu pesan tiket untuk perjalanan hari itu juga.
Apa yang kulakukan bila kehabisan tiket? Biasanya ini terjadi saat mau berangkat. Nggak mungkin menunggu berjam-jam kemudian sampai dapat kereta, karena jadwal kuliah nggak mungkin diundur, kan? Jadi aku jalan sedikit ke dekat Bangjo Bandara, kemudian mencegat taksi balen (taksi yang mau pulang ke Solo) dari situ. Kalau ada. Tarifnya jauh lebih murah dari taksi reguler. Apalagi bila ditanggung bersama teman-teman (saat itu kami berombongan sekitar 4 orang dari Jogja). Apalagi kalau ditambah penumpang lain yang tidak kami kenal. Beban semakin ringan! Kalau nggak ada ya naik bis. Tapi ini beneran bikin aku tersiksa. Aku seorang pemabok.
Lanjutkan membaca “Nyobain Fasilitas KAI Access untuk Kereta Lokal”
[02.02.2019]
Bisakah kalian membayangkan, seseorang melakukan perjalanan dari Jogja ke Bali pp dengan pesawat selama 4 hari 3 malam dan hanya menghabiskan kurang dari 1,25 jt termasuk transportasi dan akomodasi lainnya? Tentu minus oleh-oleh… π
Itu yang aku alami bulan lalu.
Penasaran?
Oke… Aku ceritakan detilnya… Tapi maaf, tulisan ini mengandung bejibun iklan. π
[21.01.2019]
Kabarnya, kita memiliki 7 orang kembaran di dunia ini. Kembaran beda ibu dan bapak. Ini dikenal sebagai “twin strangers” atau “doppelgΓ€nger” atau “unrelated identical people”. Mereka mirip satu sama lain, seperti kembar identik.
Tiga tahun lalu, aku terkejut melihat salah satu foto “Amas” di wall teman. Sesaat sempat terbersit pikiran, “Bagaimana Bapak itu bisa berfoto dengan Amas? Kapan kejadiannya? Di masa depan kah?” Keterkejutan yang futuristik! πππ