Diposkan pada Cerita Merapi, Sains

Ketika Merapi Meletus Freatik

[02.06.2018]

Mau cerita pengalaman kemarin. Lebih enak cerita sekarang saat rasa di hati sudah tenang.

Kemarin sejak pagi aku mbungkus-mbungkusi coklat. Dandananku lumayan aneh. Kepalaku kututup handuk khusus keramas agar rambut nggak jatuh-jatuh, dan hidung-mulut kututup masker. Karena tinggal packing barang yang mau kukirim, sarung tangan plastik aku lepas.

Sekitar pukul 08.20, tiba-tiba terdengar suara menderum.

“Mobil siapa nih yang suaranya gede banget?” tanyaku dalam hati.

Lanjutkan membaca “Ketika Merapi Meletus Freatik” →

Diposkan pada Cerita Gempa

Napak Tilas Gempa Jogja

[27.05.2018]

Sekedar menguji ingatan. Apa yang aku ingat dari gempa di Jogja 12 tahun yang lalu?

– Saat itu aku sedang telponan sama keponakanku, Dydha, ketika tau-tau bumi bergoncang. Aku langsung keluar sambil teriak GEMPA! Amas sedang sama bapaknya. Langsung dibawa keluar. Pertama kukira itu gempa biasa saja. Tapi kok nggak berhenti-berhenti? Mana makin lama makin kenceng. Makin lama makin panik. Rumah-rumah berguncang hebat. Lebih lama lagi aku yakin rumahku akan roboh.

Lanjutkan membaca “Napak Tilas Gempa Jogja” →

Diposkan pada Jogjakarta, Nguri-uri Budaya

Gunungan Bromo tahun Dal

[01.12.2017]

Garebeg Maulud tahun ini istimewa, karena bertepatan dengan tahun Dal. Di setiap tahun Dal yang jatuh 8 tahun sekali ini dikeluarkan Gunungan Bromo.

Gunungan Bromo bentuknya agak mirip dengan Gunungan Wadon, namun di bagian tengahnya dari bawah hingga puncak diberi lubang. Di bagian bawah lubang ini ditempatkan sebuah anglo yang berisi bara, untuk membakar segumpal kemenyan. Efek yang didapat, gunungan seolah-olah mengeluarkan asap tebal seperti gunung berapi beneran.

Lanjutkan membaca “Gunungan Bromo tahun Dal” →

Diposkan pada Bandung, Dalam Negeri, Jalan-jalan

Suatu Sore di Paskal Food Market

[06.10.2017]

Masih sambungan dari jalan-jalan ke Bandung dulu itu… Hihi… Sudah lama ya… Baru sempat nulis nih…

°°°

Meski statusnya adalah keponakanku, tapi sebenarnya usia kami hanya terpaut sekitar 4,5 th. Dia anak sepupu tertuaku. Saat masih muda dulu 😀, kami sama-sama aktif sebagai relawan di suatu NGO. Sering ubyang-ubyung bareng dong…

Makanya aku senang sekali saat tau mesti beracara ke Bandung. Wah, bisa ketemuan nih… Mesti extend, biar bisa lama ketemuannya. Lanjutkan membaca “Suatu Sore di Paskal Food Market” →

Diposkan pada Musik

Memory Ulang Tahun Sahabat

Meski di hari-hari biasa lagu ini juga sering kuputar, lagu ini sangat wajib diputar pada tanggal 26 September.

Hari itu, 21 tahun yang lalu, aku dan Atik mbolos KKN dengan hati riang demi suatu konser Cello-Piano di LIP Yogyakarta. Konser itu sempat aku rekam, sayangnya sekarang kasetnya sudah ngelokor saking seringnya diputer. 😂

Lanjutkan membaca “Memory Ulang Tahun Sahabat” →
Diposkan pada Musik

Ringtone Nokia

[09.09.2017]

Yakin banget, hampir semua orang tau bagaimana bunyi ringtone Nokia yang fenomenal itu. Tapi taukah kalian kalau sebenarnya ringtone itu diambil dari salah satu lagu ciptaan Francisco Tárrega? Hmmm, mungkin bahkan sebagian besar orang tidak tau siapa sih Tárrega itu…

Tárrega adalah gitaris klasik dan komponis besar dari Spanyol (1852-1909). Salah satu lagunya, Lágrima, adalah lagu favoritku. Lagu ciptaannya yang paling terkenal adalah Recuerdos de la Alhambra yang full memakai teknik tremolo.

Lanjutkan membaca “Ringtone Nokia” →

Diposkan pada Bandung, Dalam Negeri, Jalan-jalan

The Brick House, Penginapan Murah Rasa Eropa

[28.08.2017]

Ada banyak banget yang ingin kuceritakan terkait jalan-jalan tempo hari. Sampai bingung mana dulu yang mesti diceritain… 😂

Ini dulu saja… Penginapannya ya…

Acaranya di Bandung. Tentu aku pilih penginapan murmer elegan dan nyeni yang ada di Bandung. Ndilalahnya beberapa penginapanku di beberapa perjalanan yang lalu adalah penginapan murmer dan nyeni. Lazyboys Travelodge di Penang (Malaysia), Funtastic Beach Hostel di Da Nang (Vietnam), adalah penginapan asyik dengan harga di bawah 150rb dan keduanya menyediakan alat musik untuk dimainkan tamu-tamunya. Lanjutkan membaca “The Brick House, Penginapan Murah Rasa Eropa” →

Diposkan pada Bandung, Dalam Negeri, Jalan-jalan

Terlempar ke Masa Lalu

[23.08.2017]

Ingin merasakan waktu yang terhenti di suatu masa di jaman dahulu? Datanglah ke RM Sumber Hidangan di Jl. Braga, Bandung. Ini adalah salah satu tujuan dalam pelanconganku yang kuimpi-impikan dari rumah.

Aku ke sana berjalan kaki, dari Stasiun Bandung. Deket, kok… Paling juga cuma sekitar 15 menitan…

Aku sampai di jl. Braga sekitar pukul 07.30. Mampir dulu di Indomaret Point buat ngecas HP sambil nunggu rumah makan itu buka. Buat pantas-pantas karena nunut ngecas, aku jajan snack ringan di toko itu. Nggak enak kalau nggak beli. Tapi mau beli yang ngenyangin juga sayang… Kan mau ke rumah makan jadoel itu. Sayang kalau ke sana pas perut kenyang. Mau ngapain coba? Duduk-duduk doang? Jadi aku memelihara perut laparku agar bisa menikmati makanan-makanan lezat di sana.

Lanjutkan membaca “Terlempar ke Masa Lalu” →

Diposkan pada Bandung, Dalam Negeri, Jalan-jalan

Yay, ke Bandung Lagi!

[23.08.2017]

Akhirnya sampai juga di Bandung… Rabu, 23 Agustus 2017, pukul 05.30 WIB.

Ini menjadi kali ke-3 aku menjejakkan kaki di Bandung. Pertama dulu waktu masih balita, piknik dengan keluarga besar tempat kerja bapakku. Yang kedua piknik bareng dengan teman-teman SMA. Dan inilah yang ketiga, menjadi emak-emak backpackeran.

Hal yang paling menyebalkan adalah: batere HP-ku sudah soak banget. Cepet banget dropnya! Nggak seru kan backpackeran tapi nggak ada foto-fotonya. Saat di kereta sempat ngecas Lanjutkan membaca “Yay, ke Bandung Lagi!” →

Diposkan pada Jogjakarta, Nguri-uri Budaya

Garebeg Syawal 1438 H

[26.06.2017]

Gunungan di foto ini adalah salah satu gunungan dalam Grebeg Syawal. Namanya Gepak. Gunungan ini berisi buah-buahan. Setelah dikeluarkan dari kraton, gunungan ini diarak menuju ke Masjid Kauman.

Pengusung gunungan (yang berbaju atasan merah jarik biru) adalah penduduk biasa, bukan abdi dalem. Biasanya digilir dari berbagai dusun di DIY. Seringnya dari Sleman atau Bantul. Untuk Grebeg Syawal tahun ini, yang mendapat giliran adalah penduduk dusun Kalipucang, Kabupaten Bantul. Ada sekitar 120 penduduk yang bertugas.

Lanjutkan membaca “Garebeg Syawal 1438 H” →