Diposkan pada Jalan-jalan, Luar Negeri, Malaysia ., Singapura

Another Silly Story

[03.08.2015]

Ada cerita konyol di negeri seberang sana. Dan ini sekali lagi berhubungan dengan Google Map.

Ini terjadi saat kami menyeberang dari Singapura ke Johor Bahru. Dan berhubungan dengan kejadian sebelumnya: ngantri di imigrasi di Woodland Checkpoint yang lamaaaaa banget.

Sebelumnya tentu aku sudah mengobrak-abrik seisi internet tentang pengalaman menyeberang ini, dan didapatkan data: penyeberangan bisa memakan waktu 1-2 jam termasuk ngantri di imigrasi itu. Namun sungguh tak terbayangkan sebelumnya betapa lamanya proses mengantri ini. Apalagi bertepatan dengan awal weekend, Jumat malam.

Lanjutkan membaca “Another Silly Story” β†’

Diposkan pada Jalan-jalan, Jogjakarta, Sains

Melepas Tukik di Pantai Baru

[04.07.2015]

Tulisan saya ini juga dimuat di blog PSGGC Jogja di sini. Jadi jangan heran ya isinya sama persis. Hla wong yang nulis sama… πŸ˜€

°°°

Ada kegiatan tambahan bagi anak-anak PSGGC JOGJA dalam liburan kali ini. Pelepasan tukik (anak penyu) di hari Kamis, 2 Juli 2015. Acara ini diselenggarakan oleh kakak-kakak Kelompok Pemuda Peduli Penyu Pandansimo (KP4) bekerja sama dengan KAGAMA Virtual. Berhubung pelepasan dilakukan pada sore hari di bulan Ramadhan, acara dilanjutkan dengan buka bersama.

Lanjutkan membaca “Melepas Tukik di Pantai Baru” β†’
Diposkan pada Gifted, Resensi

Totto-chan

[06.05.2015]

Ada yang tingkahnya melebihi Amas. Jauuuuh melebihi…
Nama panggilannya Totto-chan. Dan kupikir dia juga gifted, meskipun tidak terjelaskan secara eksplisit. Rasa ingin taunya besar sekali, juga ‘petakilan’ alias nggak bisa diam, sampai-sampai dikeluarkan dari sekolah pada saat kelas 1 SD. Beruntung dia kemudian diterima di Tomoe Gakuen.

Totto-chan sendiri yang menulis buku ini, yang bercerita pengalaman-pengalamannya selama bersekolah di sana. Tentu dengan nama aslinya: Tetsuko Kuroyanagi. Hanya dua buku yang pernah ditulisnya, dan kedua-duanya menjadi best seller. Buku ‘Gadis Cilik di Jendela’ bahkan menjadi acuan resmi sekolah-sekolah di Jepang dalam mendidik murid-muridnya.

Lanjutkan membaca “Totto-chan” β†’

Diposkan pada Kenangan, Musik

Memori Piano Mini

[16.02.2015]

Aku nggak tau darimana bapakku punya ide untuk memberikan hadiah sebuah piano mini saat ulang tahunku yang ke-5. Barang itu pasti mahal, untuk ukuran keluarga kami saat itu. Penampakannya sangat mirip dengan piano beneran, seperti yang terlihat pada gambar ini.

Menurutku, itu bukan mainan. Itu miniatur piano. Ada kakinya, ada kursinya juga. Kalau tutupnya di buka, akan terlihat pipa-pipa kecil yang berjajar dari panjang sampai pendek. Ada tiga oktaf, dengan tuts putih dan hitam yang semuanya bisa berbunyi dengan baik kalau ditekan. Kalau tuts ditekan, sesuatu di atas tuts akan memukul pipa-pipa. Pipa-pipa itu yang kemudian berbunyi. Bunyinya mirip dengan piano besar: berdenting! Pipa yang panjang akan membunyikan nada rendah. Semakin pendek semakin tinggi nadanya. Tutsnya tetap bisa berbunyi dengan baik, meski kita tekan beberapa sekaligus.

Lanjutkan membaca “Memori Piano Mini” β†’

Diposkan pada Horor

Misteri Suara Ulek-ulek

[13.02.2015]

Kami menempati rumah kami ini sejak bulan Juli 2004, saat Amas berusia 7 bulan di kandungan. Karena terlalu sempit, kami tambah beberapa ruangan. Kami bangun sampai batas belakang. Disain kami buat sedemikian rupa sehingga semua ruangan bisa mendapat udara segar.

Pembangunan tahap pertama selesai tanggal 26 Mei 2006. Dan… besoknya gempa besar melanda Jogja. Untung hanya retak-retak kecil yang didapat, itupun pada bangunan lama.

Lanjutkan membaca “Misteri Suara Ulek-ulek” β†’

Diposkan pada Musik

The Nutcracker

[22.01.2015]

Selera musikku berbeda dengan kebanyakan orang: Itu, dan nyaris hanya itu… Beberapa teman bahkan menganggapku nggak nyeni, karena nggak nyambung kalau diajak ngomong musik yang lagi in di masa kini. πŸ˜€ Ah… biarlah…

Tapi aku suka sekali musik klasik!

Saat kuliah S1 dulu, aku sempat belajar musik serius secara informal. Bahkan, kalau boleh berterus terang, aku lebih serius belajar musik daripada mempelajari hal-hal yang diajarkan di bangku kuliah. Meskipun bisanya ya cuma gitu-gitu aja…

Guru musikku (tepatnya guru gitarku) adalah Andre Indrawan. Nggak usah kujelaskan di sini beliau seperti apa. Browsing aja! Maaf, kasih pe-er… 😁 Kebetulan beliau saat itu mengasuh acara favoritku di radio: Classics Touch.

Lanjutkan membaca “The Nutcracker” β†’
Diposkan pada Jalan-jalan, Luar Negeri, Singapura

Tersesat di Negeri Orang

[19.12.2014]

Kapiran di negeri orang? Sudah pernah aku ceritain di catatan 5 tahun yang lalu. Yang ini lebih seru lagi: tersesat di negeri orang! Sendirian lagi! Keren kaaan…..

Kejadiannya sekitar 3 bulan yang lalu. Ceritanya, aku mampir bentar di negeri tetangga berlambang singa. Jeda 2 flight yang lebih dr 20 jam mengharuskanku untuk melangkahkan kaki keluar dari Changi.

Setelah main bentar di rumah teman, aku menuju ke penginapan di daerah Lavender. Naik bus, kemudian dilanjut MRT. Rasanya bekalku sudah komplit: peta jaringan MRT dan peta daerah sekitar situ. Jelas banget petanya, sampai aku bisa membayangkan harus jalan kemana saja setelah turun dari MRT.

Lanjutkan membaca “Tersesat di Negeri Orang” β†’

Diposkan pada Pengalaman Menyebalkan

Penipuan via Telepon

[21.03.2013]

Saat mau berangkat ke kantor jam 10 tadi, telpon di rumah berdering.

“Anak ibu jatuh di sekolah, sekarang dibawa bu Ratna ke Rumah Sakit. Lukanya parah, dia pingsan belum sadar-sadar.

“Amas? Dibawa RS mana ya Pak?”

“Belum tahu, Ibu bisa telpon bu Ratna, nomernya sekian-sekian…”

*panikmodeon*

Telpon suami, nggak diangkat-angkat. Tau-tau telpon rumah berdering lagi.

Lanjutkan membaca “Penipuan via Telepon” β†’

Diposkan pada Musik, Resensi

The Phantom of the Opera

[12.02.2012]

Kemarin, β€œTHE PHANTOM OF THE OPERA” merayakan penampilan mereka yang ke-10.000 di teater musikal Broadway. Ini adalah salah satu opera yang sangat aku sukai. Karya Andrew Lloyd Weber, yang diadaptasi dari novel Perancis karya Gaston Leroux.

“The Phantom of the Opera” ini beberapa kali di-film-kan. Yang aku suka adalah versi yang dibintangi oleh Gery Butler dan Emmy Rossum, yang dirilis pada tahun 2004.

Sayangnya alur ceritanya sedikit berbeda dari novelnya. Dalam novel, diceritakan bahwa muka Erik rusak karena kecelakaan saat membangun gedung opera itu, namun di film ini muka Erik rusak karena siksaan. Di novel, sang “phantom” digambarkan sebagai si Buruk Rupa. Di film ini ‘phantom’-nya sexy! 😱 Alur cerita di film membuatku merasa bahwa sesungguhnya Erik itu tidak terlalu jahat. Semuanya reasonable. Aku jatuh hati padanya. Nggak pernah sebelumnya aku jatuh hati pada tokoh antagonis!

Lanjutkan membaca “The Phantom of the Opera” β†’

Diposkan pada Jogjakarta, Nguri-uri Budaya

Mbatik Yuuuk…

[03.07.2010]

Ketika berumur sekitar 6 tahun, Amas belajar membatik di Giriloyo, Imogiri. Yang digambarnya tentu nggak jauh-jauh dari apa yang disukainya: mobil berat. Sebenarnya, selain belajar membatik, ada misi lain dari kegiatan ini: Amas mau menyiapkan kado perpisahan untuk gurunya, Ibu Beth Cubie. Kadonya ya berupa hasil membatiknya itu.

Sayangnya dalam proses itu beberapa kali Amas ketumpahan malam panas saat nyanting. Itu yang membuat Amas nggak mau membatik lagi sampai sekarang. Saat bolak-balik ikut emaknya menyambangi pembatik dampingan di Bayat, Amas ya hanya sekedar main-main saja.

Lanjutkan membaca “Mbatik Yuuuk…” β†’