Diposkan pada Corona

Flu, Covid-19, dan Tanggal Cantik

Apa hubungannya ketiga hal tersebut?

Ada banyak orang yang menyatakan bahwa tanggal cantik 22022022 adalah Hari Flu Nasional. 🤣🤣🤣 Ini karena ada banyaaaak sekali orang di sekitar mereka pada hari itu mengeluh flu. Kalian kena flu juga nggak?

Aku mau cerita dikit tentang covid di Jogja ya…

Aku belum dapat info tentang kasus terbaru, karena modalku cuma nggugel. Tapi untuk 2 hari yang lalu, di tanggal cantik itu, ada penambahan 2450 kasus yang tercatat. Untuk hari itu dan di Jogja doang. Ini hampir sama dengan jumlah kasus puncak di bulan Juli (pas marak-maraknya varian delta).

Lanjutkan membaca “Flu, Covid-19, dan Tanggal Cantik” →
Diposkan pada Corona, Kesehatan

Bagaimana Jika Ada ‘ODP’ di Sekitar Kita?

[19.03.2020]

Bagaimana kalau saya beritahu saya adalah ODP?

°°°

Selesai mengemukakan apa yang saya keluhkan, dokter di faskes 1 kami mengatakan, “Ibu saya masukkan sebagai pasien dalam pemantauan kami ya…”

Mak deg…

Apakah dengan demikian saya dianggap sebagai PDP (Pasien dalam Pengawasan)?

Lanjutkan membaca “Bagaimana Jika Ada ‘ODP’ di Sekitar Kita?” →

Diposkan pada Kesehatan

Aura Migraine

[16.12.2018]

Bicara tentang ORANG YANG NGGAK TAU, kadang mereka mengatakan sesuatu yang sok bijak, tapi justru terasa jauh dari sikap empatik.

Misalnya terkait migren. Ini yang sering aku alami. Kalau migrenku mau menyerang, biasanya didului garis zigzag yang muncul di mata. Bentuknya bisa lingkaran/garis lurus. Tapi pasti zigzag. Pertama kecil makin lama makin gede. Itu garis terang banget berpendar, dan kelihatan entah lagi melek atau merem. Beberapa menit kemudian biasanya aku nggak bisa baca semua tulisan.

Lanjutkan membaca “Aura Migraine” →

Diposkan pada Kesehatan, Preeclampsia

Bersiaplah Sebelum Halilintar Menyerang!

[22.05.2017]

#WorldPreeclampsiaDay #HariPreeclampsiaSedunia

Pernah dengar tentang preeclampsia? Preeclampsia adalah komplikasi kehamilan yang bisa mengancam ibu hamil dan bayinya. Komplikasi ini menyerang 4% dari ibu hamil. Secara global, sekitar 76.000 ibu dan 500.000 bayi meninggal karena preeclampsia per tahunnya.

Di Indonesia, preeclampsia dikenal juga sebagai keracunan kehamilan. Berdasarkan pengalaman saya, masih banyak masyarakat awam yang salah menangkapnya sebagai keracunan-keracunan yang lain. Saat kami dalam masa berduka kehilangan bayi kami, seorang tetangga ‘menghibur’ dengan mengatakan, “Sudahlah… Besok lagi kalau hamil dijaga makanannya, biar nggak keracunan lagi seperti ini… “. Di kesempatan lain, saat menengok bayi sahabat, seorang kawan menceritakan tentang kelahiran bayi saudaranya yang ‘keracunan ketuban’, yang dilanjutkan dengan penjelasan ‘tekanan darah ibunya tinggi sekali saat itu, mencapai 200… ‘. Tentu maksudnya adalah ‘keracunan kehamilan’.

Lanjutkan membaca “Bersiaplah Sebelum Halilintar Menyerang!” →

Diposkan pada Kesehatan

Horor Amandel

[19.12.2016]

Dulu, saat aku masih SD, aku pernah dengar rumor bahwa sakit radang amandel (tonsilitis) bisa menyebabkan seseorang menjadi bodoh. Tentu saja aku nggak percaya. Amandel ada di sekitar tenggorok, sementara otak ada di kepala. Bagaimana mungkin sakit di sekitar tenggorok bisa menyebabkan seseorang menjadi bodoh? Kalau penyebabnya karena rasa sakit itu mengganggu konsentrasi, mengapa batuk-pilek-flu tidak dikenai tuduhan menyebabkan seseorang menjadi bodoh?

Aku bukan si ranking 10 besar. Tapi lumayan lah, nilaiku nggak jelek-jelek amat. Untuk pelajaran-pelajaran tertentu yang aku sukai, nilaiku berkisar antara 8 sampai 9 koma. Untuk pelajaran yang nggak kusukai, nggak pernah lah di bawah 6.

Lanjutkan membaca “Horor Amandel” →

Diposkan pada HIV & AIDS, Kesehatan

Dia Pengidap AIDS? Darimana dia dapat?

[01.12.2009]

Saat itu, aku duduk di pengajaran di kampusku. Asyik membaca buku. Seorang kolega mendekati, kemudian bertanya, “Baca buku apa?”

“Buku tentang Suzana Murni, Pak. Seorang aktivis dan juga pengidap AIDS. Perempuan hebat!” jawabku, sambil menunjukkan buku berjudul “Suzana Murni, Lilin Membakar Dirinya” karya Putu Oka Sukanta.

“O…” jawabnya pendek, kemudian duduk di sebelahku. Kemudian lanjutnya, “Dia kena karena apa?”
“Dia tidak menjelaskan dalam buku ini,” jawabku.

Wajahnya kemudian memancarkan ekspresi yang nampaknya bisa aku tebak. Ekspresi kecurigaan!

Lanjutkan membaca “Dia Pengidap AIDS? Darimana dia dapat?” →