Diposkan pada HIV & AIDS, Pengalaman Menyebalkan

💎 tetaplah 💎 meskipun berada di 💋 🐩

[01.12.2018]

Suatu hari di masa muda aku pernah ngalami gini…

Saat ceramah di suatu masjid tentang pencegahan HIV/AIDS (waktu itu penulisannya masih gitu), seorang audiens menyerang. Dia marah-marah dan teriak-teriak dengan suara keras. Intinya bahwa masjid bukan tempat untuk mengatakan yang porno-porno. Suasana pun langsung berubah tegang. OMG, cuma menjelaskan bahwa salah satu penularan AIDS adalah melalui hubungan seksual, itu dibilang porno… 😱 Masak bagian itu harus di-skip sih…

Lanjutkan membaca “💎 tetaplah 💎 meskipun berada di 💋 🐩”

Diposkan pada HIV & AIDS

Masih Ada Stigma dan Bias Itu

Kami jarang menyetel TV. Tapi beberapa minggu yang lalu di bulan November saat Amas pengen nyetel TV aku mendapati iklan ini. Sambil mengerjakan banyak hal, sambil lalu mendengarkan iklan itu. Kok kupingku keriting ya? Saking keritingnya sampai mulutku nggak tahan untuk ngomel-ngomel di depan seorang tamu yang datang untuk mengambil sertifikat talkshow tentang anak gifted. Tentu saja si mbak kebingungan.

Itu iklan kampanye tes HIV pada ibu hamil. Maksudnya tentu saja baik. Ada banyak kasus dimana banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap HIV, kalau kehamilan ini diteruskan tanpa pantauan, dikuatirkan bayi akan tertular. Apabila ibu hamil bisa terdeteksi sejak dini bahwa dia mengidap HIV, maka dia akan mendapatkan perawatan dan pengobatan untuk AIDS, dan pencegahan agar bayi tidak tertular dari si ibu.

Lanjutkan membaca “Masih Ada Stigma dan Bias Itu”
Diposkan pada HIV & AIDS, Kesehatan

Dia Pengidap AIDS? Darimana dia dapat?

[01.12.2009]

Saat itu, aku duduk di pengajaran di kampusku. Asyik membaca buku. Seorang kolega mendekati, kemudian bertanya, “Baca buku apa?”

“Buku tentang Suzana Murni, Pak. Seorang aktivis dan juga pengidap AIDS. Perempuan hebat!” jawabku, sambil menunjukkan buku berjudul “Suzana Murni, Lilin Membakar Dirinya” karya Putu Oka Sukanta.

“O…” jawabnya pendek, kemudian duduk di sebelahku. Kemudian lanjutnya, “Dia kena karena apa?”
“Dia tidak menjelaskan dalam buku ini,” jawabku.

Wajahnya kemudian memancarkan ekspresi yang nampaknya bisa aku tebak. Ekspresi kecurigaan!

Lanjutkan membaca “Dia Pengidap AIDS? Darimana dia dapat?”