Diposkan pada Musik

Panon Hideung?

[01.12.2019]

Selama ini aku mengira kalau lagu ini bener-bener asli lagu Indonesia. Lagu daerah Sunda kan ya? Pengarangnya Ismail Marzuki.

“Panon hideung
Pipi koneng
Irung mancung
Putri Bandung”

Cuma itu syair yang kuingat. Dan meski nggak bisa bahasa Sunda, taulah aku kalau panon hideung berarti mata hitam.

Tapi kemudian aku dengar lagu ini di videonya Igudesman and Joo. Hwaaa… Langsung aku menduga bahwa ini pasti lagu tradisional juga di suatu daerah di luar negeri.

Lanjutkan membaca “Panon Hideung?”

Diposkan pada Musik

Caprice Basque

[06.11.2019]

Lagu ini indah sekali!

Aku baru menemukannya beberapa minggu ini (kemana saja aku selama ini ya?) dan kemudian lagu ini kuputar berulang-ulang. Dari berbagai violinist yang memainkannya, kok aku paling suka sama permainan Maxim Vengerov ya? Menurutku, dia yang paling ekspresif. Keren banget!

#CapriceBasque
Componist: Pablo de Sarasate
Violinist: Maxim Vengerov Lanjutkan membaca “Caprice Basque”

Diposkan pada Gifted

International Day of the Gifted

[10.08.2019]

10 Agustus. International Day of the Gifted.

Tanggal ini ditetapkan oleh World Council for Gifted and Talented Children pada konfrerensi 2 tahunan-nya yang ke-19 tahun 2011 di Praha, Republik Ceko. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia mengenai anak-anak gifted lengkap dengan kebutuhan-kebutuhannya, dari kebutuhan emosional/sosial hingga kebutuhan pembelajarannya.

Hingga kini masih banyak pemahaman keliru di masyarakat mengenai anak gifted. Slogan terkenal “Every child is gifted, they just unwrap the packages at different times” sungguh menghambat perjuangan untuk sosialisasi kebutuhan anak-anak ini.

Yes, every child is a GIFT, but NOT every child is GIFTED.

Lanjutkan membaca “International Day of the Gifted”

Diposkan pada 1. Masa-masa di PG dan TK, Merenda Hari

Pertama “Bersekolah”

Sebenarnya kami dulu berencana mau ‘menyekolahkan’ Amas kalau umurnya sudah 3 atau 4 tahun. Tapi situasi bicara lain. Gempa melanda Jogja pada akhir Mei 2006. Tidak berdampak besar pada rumah kami, karena hanya retak-retak kecil yang kami dapati, namun berdampak besar pada kehidupan kami. Rumah orang tua asisten rumah tangga (ART) kami di Bantul roboh rata tanah. ART kami kemudian pulang untuk menemani orang tuanya mengungsi, dan beberapa hari kemudian menikah. Dia pulang lebih cepat satu bulan dari yang direncanakan. Di atas kertas, nampaknya tidak berpengaruh besar pada kami, bukan? Tapi hal ini menjadi berdampak besar karena pengganti yang dia sudah siapkan tertimpa reruntuhan rumah dan patah di bagian tulang punggung, hingga lumpuh.

Lanjutkan membaca “Pertama “Bersekolah””
Diposkan pada 1. Masa-masa di PG dan TK, Merenda Hari

Menggambar

Amas mulai suka menggambar pada usia sekitar 3 tahun. Awalnya karena dia rewel tanpa henti. Saya mencoba mengalihkannya dengan mengajaknya menggambar.  Kebetulan di dekat kami ada buku tentang mobil pemadam kebakaran. Saya menggambar covernya sambil mengajak Amas mengobrol. Amas pun berangsur menjadi tenang. Setelah gambar saya selesai, Amas mencoba menirukan menggambarnya.  Jadi,  dan bagus.  Sejak itu Amas suka sekali menggambar. Gambarnya sebagian besar mengarah ke 3 dimensi. Dia bisa menghabiskan 10-20 lembar kertas A4 setiap harinya. Sayangnya Amas tidak pernah menunjukkan kemampuannya di sekolah. Gambar yang dibuatnya di sekolah biasa-biasa saja.

Lanjutkan membaca “Menggambar”