[16.12.2018]
Bicara tentang ORANG YANG NGGAK TAU, kadang mereka mengatakan sesuatu yang sok bijak, tapi justru terasa jauh dari sikap empatik.
Misalnya terkait migren. Ini yang sering aku alami. Kalau migrenku mau menyerang, biasanya didului garis zigzag yang muncul di mata. Bentuknya bisa lingkaran/garis lurus. Tapi pasti zigzag. Pertama kecil makin lama makin gede. Itu garis terang banget berpendar, dan kelihatan entah lagi melek atau merem. Beberapa menit kemudian biasanya aku nggak bisa baca semua tulisan.
Kalau sudah gitu aku HARUS cari obat penghilang nyeri, meski sakit kepalanya belum menyerang. (Belakangan aku tau kalau itu bisa diatasi juga dengan menghirup oksigen murni). Kalau ini nggak segera diatasi, sakit kepala hebat akan muncul. Menyerang di bagian tertentu di kepala, dan letaknya berpindah-pindah. Plus muntah-muntah. Ini bisa berlangsung beberapa hari.
Dan ini sering terjadi:
Aku (A): Tau dimana aku bisa beli P*r*cetamol?
Orang lain (OL): Di sana. Pusing ya?
A: Belum… Tapi ini migrenku mau menyerang.
OL: “Kok kamu tau?”
A: “Aku hafal tanda-tandanya…”
OL: “Kamu mbok positif thinking dong… Kalau dapat tanda-tanda seperti itu jangan berpikir bahwa migrenmu mau menyerang. Itu datang karena sugestimu sendiri…”
Saking seringnya nasihat ini muncul, aku hampir termakan nasihat ini dan berulangkali mensugestikan diriku sendiri kalau tanda ini muncul bahwa si migren nggak akan datang bahwa aku akan baik-baik aja. Nggak pernah berhasil. Malah pada akhirnya terkapar dan muntah-muntah. Aku kemudian menyalahkan diriku sendiri karena gagal mensugestikan hal yang baik.
Hingga suatu hari, saat aku tergeletak di UGD karena keluhan lain, tanda-tanda ini muncul. Aku laporkan ini ke dokter jaga (DJ).
A: Dokter, migren saya mau menyerang…
Dia ternyata menyimak detil apa yang aku katakan. Ada kata ‘mau’ di situ.
DJ: Apa yang dirasakan sekarang?
Aku bercerita tanda-tanda yang muncul.
DJ: itu namanya aura migraine. Sering juga disebut vision migraine. Memang beberapa orang mengalami migrain jenis ini.
Oksigen kemudian disalurkan melalui hidungku.
Dari pengalaman itu aku baru tau bahwa ternyata migren ada beberapa jenis, dan nggak semua orang mengalami apa yang aku alami. Jadi positif, migrennya muncul bukan karena sugesti, tapi karena memang itu tanda-tandanya.
Sumber gambar:
https://www.allaboutvision.com/conditions/ocular-migraine.htm