Diposkan pada Bandung, Dalam Negeri, Jalan-jalan

The Brick House, Penginapan Murah Rasa Eropa

[28.08.2017]

Ada banyak banget yang ingin kuceritakan terkait jalan-jalan tempo hari. Sampai bingung mana dulu yang mesti diceritain… šŸ˜‚

Ini dulu saja… Penginapannya ya…

Acaranya di Bandung. Tentu aku pilih penginapan murmer elegan dan nyeni yang ada di Bandung. Ndilalahnya beberapa penginapanku di beberapa perjalanan yang lalu adalah penginapan murmer dan nyeni. Lazyboys Travelodge di Penang (Malaysia), Funtastic Beach Hostel di Da Nang (Vietnam), adalah penginapan asyik dengan harga di bawah 150rb dan keduanya menyediakan alat musik untuk dimainkan tamu-tamunya.

Ada nggak ya yang kayak gitu di Bandung? Ternyata nggak ada saudara-saudara… At least itu dari informasi di Booking.com, Agoda, dan Traveloka.

Eitsss, sebentar… Tiba-tiba mataku tertumbuk pada gambar rumah yang sangat nyeni. Langsung jatuh cinta!

Saat kulihat lokasinya… Yaaaaah… kok di Cimahi sih…

Oh iya… Aku juga punya keponakan yang rumahnya di Cimahi, tapi kerjanya di Bandung. Mungkin saja nggak sejauh yang aku kira.

Aku cek dengan aplikasi Gojek, seberapa jauh sih jarak penginapan itu ke hotel besar tempat aku beracara? Ternyata hanya sekitar 8,5 km-an. Biayanya pun cuma Rp12.000,00. Jarak dari rumah ke sekolah Amas lebih jauh dari ini.

Berani deh kalau cuma segitu jauhnya. Jadi aku pesan penginapan itu. Tau berapa harganya? Cuma Rp100.000,00 per malam boo…

Aku pesan semalam dulu. Maksudnya mau extend seandainya aku nambah hari untuk jalan-jalan. Akhirnya memang nambah hari, tapi nggak jadi extend di situ karena keponakan di Cimahi menawarkan untuk menginap di rumahnya. Tentu pengennya lama menginap di tempat keponakan, tapi gambaran tentang penginapan itu benar-benar nempel terus di pelupuk mata. Jadi aku menginap di rumah keponakan semalam, dan di penginapan itu juga semalam.

Akhirnya hari yang dinanti-nanti tiba. Sore itu aku naik gojek ke sana. Deg-degan semakin terasa. Seperti mau ketemu pacar saja… 😜

Sejujurnya aku masih menyangsikan nasibku. Penginapan sebagus itu, kok harganya murah ya? Jangan-jangan itu hanya jebakan. Yang tinggal di sana adalah raksasa pemakan manusia. Kemudian dia akan menciptakan manusia lain yang mirip denganku untuk dipulangkan dan bercerita bahwa penginapan itu bagus sekali…

Setelah perjalanan sekitar setengah jam, sampailah aku ke tujuan. Penginapan ini seperti rumah biasa. Memang rumah biasa sih, yang terletak di tengah pemukiman penduduk yang padat. Tidak ada plang yang bertuliskan nama penginapan. Untungnya sejak awal sudah dapat informasi di booking.com bahwa para tamu akan tinggal bersama pemilik rumah. Artinya, ini rumah penduduk biasa.

Petunjuk dari google map tepat berhenti di depan penginapan itu. Karena nggak yakin sudah berada di tempat yang benar (aku lupa dimana meletakkan foto tampak depan penginapannya), aku telepon pemilik penginapannya. Ternyata benar di situlah tempatnya.

Aku disambut oleh lelaki pemilik penginapan itu. Lelaki biasa, bukan raksasa.

Begitu masuk, segera terasa bagaimana asyiknya rumah itu. Aku ceritakan detilnya di keterangan foto saja ya…

Sekitar jam 8 atau 9 malam, istri lelaki yang menyambut aku tadi baru pulang dari tempatnya bekerja. Namanya mbak Tami. Setelah agak lama, aku keluar memperkenalkan diri. Maksud hati sih cuma sebentar, kan kasihan dia pasti capek setelah selesai bekerja… Eh… Ternyata orangnya asik sekali diajak ngobrol.

Rumah yang unik itu ternyata mbak Tami sendiri yang disain untuk modifikasinya. Juga disain interiornya. Sebagian pernak-pernik, termasuk diantaranya karpet, kursi tong, dsb, merupakan hasil belanja online.

Karena cerdas dalam penataannya, rumah itu nggak terasa sumpek meski sebenarnya luas tanahnya hanya 90m2. Penasaran, aku tanya profesi mbak Tami sebenarnya apa. Ternyata dia dulu kuliah di teknik sipil. Nggak jauh-jauh amat dengan dugaanku semula dimana kukira dia arsitek atau disainer interior. Dia orang teknik sipil yang kebetulan kental bakat seninya.

Dia juga hobi masak. Breakfast untuk tamu dia sendiri yang memasak dan menyiapkan. Masakannya enak loh…

Secara keseluruhan, menginap di sana itu menyenangkan sekali. Sayang penginapannya hanya buka Kamis sampai Minggu, dan hanya 2 kamar yang disewakannya. Satu kamar untuk single dengan harga Rp100.000,00, satu lainnya untuk double dengan harga Rp150.000,00.

Murah banget kan?

Nggak usah kuatir akan dimakan oleh raksasa sesampainya di sana, karena yang akan kita temui adalah tuan rumah yang ramah beserta anak-anaknya. Anak-anaknya masih SD, kelas 3 dan 4. Serasa menginap di rumah saudara deh…

Oh ya, nama penginapannya: The Brick House. Karena persediaan kamar hanya sedikit, hanya buka saat weekend, serta tampilan rumahnya yang unik dan menarik, kita perlu memesannya jauh-jauh hari.

#traveling_nina.

Berikut ini parade fotonya:

fb_img_1547497105895

Tampak depan penginapan.
Dari luar sudah terasa nyeninya.

.

fb_img_1547497215274

Ruang tamunya hangat sekali kan…
Lihat tuh ada gitar dan keyboard!Ā  Aku paling nggak tahan kalau lihat gitar di rumah orang.Ā  Jadi aku mainkan saja gitarnya.Ā  Saat itu suasana sedang sepi.Ā  Apa yang terjadi?

Si Bapak pemilik rumah dan dua anaknya yang masih SD turun dari ruangan atas,Ā  melewati ruang tamu,Ā  kemudian keluar.Ā  Jadi ge-er nih…Ā  Jangan-jangan mereka turun karena terpesona dengan permainan gitarku.Ā  Padahal mungkin saja karena ada keperluan keluar kan… šŸ˜€

Keponakanku bilang,Ā  mungkin saja sebenarnya mereka keluar untuk memastikan bahwa gitar itu bersuara karena ada yang memainkan,Ā  bukan karena hantu…Ā  šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚

.

fb_img_1547497385808

Ini ruang santai. Bisa untuk baca-baca,Ā  nonton teve,Ā  atau sekedar baring-baring. Asik banget ya ruangannya…Ā  Lihat rak bukunya yang juga berfungsi sebagai penyekat ruangan!

Itu pintu di sebelah kanan adalah pintu kamarku.

.

fb_img_1547497498004

Meja makan ini menghadap ke teve.Ā  Jadi,Ā  sambil makan kita bisa menonton teve.

Di dekat ruang makan (yang sebenarnya menyatu dengan ruang santai) ada pojokan dimana cemilan dan minuman tersedia di sana.Ā  Kita bebas mengambil.

Dari sini kita juga bisa melihat dapur.Ā  Dapurnya asik kan…

.

fb_img_1547497772729

Kamar ini asik sekali…Ā  Meski tempat tidurnya di bawah,Ā  tapi nggak terasa dingin.Ā  Mungkin karena lantainya dari kayu.

Kamar lain yang bisa untuk 2 tamu juga sama tidak memakai dipan. Sayang aku lupa motretnya…

.

fb_img_1547497897276

Kamar mandi ini terletak di antara dapur dan ruang tamu. Kalau kita lihat di ruang tamu di atas perapian ada dua jendela kecil,Ā  jendela itu adalah jendela kamar mandi.

Suasana hangat langsung terasa begitu memasuki kamar mandi ini.Ā  Dindingnya dilapisi bilahan-bilahan kayu,Ā  demikian juga lantai kamar mandi basahnya.Ā  Mbak Tami cerita,Ā  dia sendiri lah yang melakukan coating untuk kayu-kayu itu… Bukan tukang-tukangnya.

avatar Tidak diketahui

Penulis:

Seorang perempuan yang sangat biasa-biasa saja yang suka menulis, kalau lagi pengen.

Tinggalkan komentar