[03.07.2016]
Tulisan ini tentang perjalanan kami sekeluarga bulan Mei yang lalu. Dan sekali lagi, berkaitan dengan….
N Y A S A R ! ! !
Panjang sekali jalan yang kami lalui untuk bisa menonton WonderFull Light and Water Show ini.
Pertama kali tau info tentang acara ini di internet. Banyak yang bercerita kalau pertunjukan ini sangat mengasyikkan. Jadi aku masukkan acara ini dalam itinerary hari pertama. Still yakin bakal menemukan tempatnya dengan mudah.
Berdasarkan informasi, acara ini digelar tiap hari setiap jam 20.00 dan 21.30 malam, selama 15 menit. Setiap hari Jumat dan Sabtu ada tambahan 1 kali pertunjukan, pukul 23.00. Acaranya ada di sekitar Marina Bay Sands.
Gampang kok ke sananya. Tinggal naik MRT, turun di Promenade, jalan dikit ke pelataran, disanalah acara itu digelar. Katanya sih begitu.

Dari info itu, maka kami turun di MRT Promenade. Sampai sana kami tidak menemukan pelataran berair mancur atau apalah itu yang ada hubungannya air-airan.
Nyasar! Dan aku membawa semua anggota keluargaku nyasar ke sini!
Saat itu pukul 19.50. Pertunjukannya segera dimulai dan kami belum menemukan tempatnya!
Harus putar haluan nih… Segera aku buka peta jalur MRT di HP-ku. Kulihat memang ada yang aneh… Jarak antara stasiun Promenade dengan Marina Bay Sands lumayan jauh!
Kami pun segera menuju ke stasiun Bayfront. Sampai sana sudah jam 20 lebih, dan kami tetap saja tidak menemukan tempatnya. Jadi kami balik ke penginapan.
Ade kelihatan kecewa sekali. Dia pengen banget liat air mancur menari. Dia bilang kalau hari itu nggak bisa, berarti besoknya harus ke sana.
Aku memaklumi kekecewaannya. Hari itu memang menyebalkan… Kami tidak menemukan lokasi untuk destinasi pertama kami. Kami berencana melihat lumba-lumba dan hewan air lainnya di Pulau Sentosa. Jalan kaki dari Vivo City sampai pulau itu, naik bus dengan harapan di antar ke tempat lumba-lumbanya, eeeh malah diantar balik ke depan Vivo City. Petualangan seru di Pulau Sentosa bisa dibaca di sini…
Jadi kami jalan lagi balik ke pulau itu, karena ada destinasi ke dua yang harus kami datangi: 4D Adventure di dekat stasiun Imbiah. Jalan kaki sehat sih… tapi bikin gempor kaki… Untung ketemu lokasinya dan pertunjukannya cukup menghibur.
Hla kok setelah itu nyasar lagi… Ya di Promenade itu… Bolehlah nama tengahku ditambah dengan “Nyasar”
Ini besoknya nih, hari Minggu. Kami melaluinya dengan asyik dan seru. Amas dan Ade suka sekali bermain salju, nonton film di Omni Theatre, dan main-main di Science Centre. Di situ kami meet up dengan temanku, Novi dan keluarganya. Setelah itu, bersama kami menuju ke Jacob Ballast Children Garden di Botanic Garden. Dari situ kami didrop di Esplanade. Terima kasih ya Nov…
Kami menikmati suasana sore di Merlion Park. Foto-foto narsis-narsis gitu… Tapi nggak usahlah dipajang di sini. Hihihi…
Di situ kami berembug, mau ke Little India belanja-belanja, atau liat air mancur. Ade tentu memilih untuk melihat air mancur menari. Amas juga kepengen. Aku sih berharap setelah lihat air mancur, masih sempat mampir ke Little India. Ada banyak oleh-oleh belum terbeli, meskipun saat baru sampai kami sudah sempatkan ke Bugis Street.
Ade menang! Kami akan menonton air mancur itu. Waktu menjelang pukul 19.00 saat itu. Segera kami beranjak menuju stasiun Esplanade. Saat itu aku belum memutuskan akan turun di stasiun Bayfront atau Marina Bay. Informasi di internet simpang siur.
Kami pun masuk kembali ke gedung Esplanade. Ya ampuuuunnn… ternyata untuk menuju ke stasiun Esplanade dari pintu masuk gedung itu harus melalui jalan panjang dan berliku. Jadi inget lagunya the Beatles. The Long and Winding Road…
Betul-betul panjang. Sepertinya ini adalah jalan masuk MRT terpanjang di Singapura. Rasanya sudah berkilo-kilo meter kami jalan dan nggak nyampai-nyampai juga! Pengen ngesot rasanya!
Akhirnya sampai juga kami di stasiun MRT-nya. Fiuhhh… Saat itu juga aku putuskan kami turun di Bayfront saja. Nanti kalau ternyata di sana nggak ada baru ke Marina Bay.
Tibalah kami di stasiun Bayfront. Keder juga jalan mana yang harus kami ambil. Jadi kami hanya mengikuti orang-orang itu. Di persimpangan, kami memilih untuk terus mulanya. Kami sampai di suatu mall yang luas. Makin keder nih… Jadi kami kembali ke simpangan tadi, dan belok kanan. Belok kanannya dari arah mall, kalau dari arah stasiun berarti belok kiri.
Tiba-tiba nampaklah pemandangan yang sangat familier bagiku. Kami melihat sungai di tengah mall di level di bawah kami. Ya, ini jalan yang benar! Ternyata tempat itu bernama Promenade (jadi bukan stasiun Promenade yang dimaksud). Kami tanya ke informasi, dimana kami bisa melihat watershow. Dia menunjukkan arah ke atas. Jadi kami naik eskalator menuju ke atas, dan keluar ke pelatarannya.
Saat itu pukul 19.55. Nyaris yah! Sudah banyak orang di situ. Kami segera mengambil tempat yang strategis. Pertunjukan dimulai tepat pukul 20.00. Kami berdiri berjubelan menikmati sajian indah itu. Baru kami menyadari, di bawah ada pelataran lain yang lebih menjorok ke depan, sejajar dengan air teluk.
Penonton di pelataran bawah bisa menikmati pertunjukan sambil duduk. Si Bapak mengajak pindah ke sana, tapi aku nggak mau. Sayang, pertunjukan hanya 15 menit. Perjalanan ke bawah akan memerlukan waktu 1-2 menit.
Jadi kami tetap di situ. Karena nggak bisa melihat dengan jelas sampai bawahnya, aku coba rekam dengan HP. Padahal saat itu batre tinggal 23%. Jadi kadang aku ngeliat melalui HP, kadang ngeliat langsung.
Keren banget! Heran aja, bagaimana penyelenggara bisa menyelenggarakan pertunjukan keren ini tiap hari, sehari dua kali, dan pada saat week end bahkan 3 kali. Berapa biayanya ya?
Menurut analisis Amas, ada dua hotel dan tiga atau empat kapal di tengah teluk yang terlibat dalam penembakan laser. Kapal-kapal itu kemungkinan bertugas mengatur air mancur juga. Ini hanya analisis Alle lho…
Bagaimana dengan Ade? Dia bilang, “Ibu, aku tau apa fungsinya air mancur itu… Itu jadi layar proyektornya! Kalau nggak ada air mancurnya, gambarnya nggak akan kelihatan!”
Terbayar sudah semua jerih payah oleh indahnya pertunjukan itu. Meski hanya 15 menit. Meski setelah itu kami tidak jadi pergi ke Little India.
Tapi jangan kuatir… Kami tetap bisa membagikan oleh-oleh, terutama untuk teman-teman yang sudah membaca sampai sini.
Kami ternyata bisa merekam pertunjukan sampai akhir. Hanya awalnya saja telat sekitar 1 menit karena saat itu belum terpikir untuk merekam.
Oleh-olehnya bisa dilihat di sini:
#traveling_nina